Akhlakul Karimah

Akhlakul KarimahPola pikir dan pola perilaku serta hasilnya yang bersumber pada sistim nilai dan hukum Allah ( baik tulisan atau non tulisan ), seperti Agama dan Al-Kauni yang membentuk budaya manusia semestinya disebut Akhlakul Karimah.

Proses pembentukan perilaku dan pelaksanaannya mencakup unsur pertanggungjawaban manusia kepada Allah, yang mengatur hubungan atau tangggung jawab diri sendiri sebagai makhluk dan hamba Allah terhadap manusia lain atau masyarakat dan tanggung jawab terhadap alam semesta, semua ini termasuk ibadah dalam arti luas.

Meskipun demikian karena pemahaman dan sikap terhadap agama sekarang ini tidak menyeluruh (dichotomis) sering kali dipisahkan dari ayat-ayat Tuhan yang khusus bericara tentang ritual dan kemasyarakatan (budaya, perdagangan, pendidikan, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan sebagainya). Akibat perdagangan yang bersifat dikhotomis ( tidak menyeluruh )  ini akan melahirkan sikap eksterm, yaitu adanya agama di satu pihak dan bukan agama di lain pihak. Atau sering diperlambangkan  sebagai akhirat disatu pihak, dunia di lain pihak. Pandangan semacam ini barangkali pengaruh paham materialisme yang bersifat protektis (sekulerlisme). Sebaiknya bahwa sikap utuh dalam memandang terhadap keseluruhan ayat Allah yang tertulis maupun yang tidak tertulis merupakan suatu sikap dasar sebagai landasan untuk melaksanakan ibadah dalam arti luas., yaitu mencakup ritual dan muamalah.

      Ibadah dalam arti yang luas (Muamalah) merupakan proses interaksi alam semesta dengan seluruh isinya. Sedangkan pemenuhan kewajiban dan interaksi dengan Tuhan Penciptanya disebut ibadah dalam arti khusus (ritual) yang berpedoman pada  syari’ah. Itu sebabnya bahwa manusia dengan segala aspek kehidupan berkaitan dengan agama, maka agama itu adalah Islam.

Inilah penjelasan Allah dalam surat Ali-Imran ( 3 ), ayat 19

   إِنَّ الدّينَ عِندَ اللَّهِ الإِسلٰمُ ۗ وَمَا اختَلَفَ الَّذينَ أوتُوا الكِتٰبَ إِلّا مِن بَعدِ ما جاءَهُمُ العِلمُ بَغيًا بَينَهُم ۗ وَمَن يَكفُر بِـٔايٰتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَريعُ الحِسابِ

(19) Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

dimuka dapat kita pahami sebagai sebuah penegasan yang pasti tentang penciptaan  Allah terhadap makhluknya, jadi jangan mencari pedoman hidup selain Islam. seperti yang dijelaskan dalam firman Allah Ali-Imran (3) : 83.

(أَفَغَيرَ دينِ اللَّهِ يَبغونَ وَلَهُ أَسلَمَ مَن فِى السَّمٰوٰتِ وَالأَرضِ طَوعًا وَكَرهًا وَإِلَيهِ يُرجَعونَ (٨٣

Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah lah mereka dikembalikan.

15 comments on “Akhlakul Karimah

  1. Thanks again for sharing… We are saying the same thing without realizing it… I am so happy to have found your blog :-) Keep up the good work :-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s